Tuesday, January 3, 2012

Cina dan Rusia Bangun Pabrik Mobil Patungan


ULYANOVSK -- Untuk pertama kalinya, perusahaan Cina dan Rusia bekerja sama membuat pabrik mobil. Pabrikan Rusia, AMS Group, dan produsen mobil Cina, Beijing Automotive Industry Corporation Group (BAIC Group), membentuk perusahaan joint venture bernama BAW-RUS Automotive Co.
Laman situs cartradeindia.com mengabarkan BAW-RUS berkantor di Ulyanovsk, Rusia, dan kini sudah memiliki 94 dealer penjualan. AMS dan BAIC mengucurkan investasi US$ 176 juta plus modal terdaftar senilai USD 20 juta untuk mendirikan perusahaan patungan ini. BAW-RUS rencananya memproduksi kendaraan komersial yang akan dijual dengan merek BAW di Rusia.
Saat ini penjualan mobil tahunan di Rusia mencapai 1,9 juta unit. Menurut analis, penjualan mobil di Rusia akan mencapai 3 juta unit dalam 4 tahun ke depan, melebihi pencapaian Jerman.
Sekalipun Rusia adalah negara yang terkena dampak krisis ekonomi global, industri otomotif Cina tak ragu melebarkan sayap di Negeri Beruang Merah itu. Produsen otomotif Cina akan membanjiri pasar Rusia dengan menawarkan kendaraan tur, penumpang, dan SUV.

CEO BAIC Group, Xu Heyi, mengatakan langkah ini dilakukan demi menggenjot ekspansi di luar negeri. Ia juga mengatakan selama ini ekspor otomotif Cina hanya mengincar penjualan. Kini mereka juga ingin mengeksplorasi pasar luar negeri untuk mengembangkan mereknya. "Kami akan membuat pabrik perakitan dan akan terus berkembang menjadi basis produksi, pusat penjualan, dan promosi." ujarnya.| GADI MAKITAN

sumber : koran tempo

Bangun Dermaga, Pemerintah Anggarkan Rp 1 Triliun


JAKARTA – Pemerintah menyediakan dana sekitar Rp 1 triliun untuk menghubungkan seluruh pulau di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pembangunan akan berfokus di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. "Kami akan membangun transportasi kapal dan dermaga yang akan berfokus pada empat wilayah tersebut," katanya kemarin.
Pemerintah akan menyediakan kapal dengan bobot 1.000 DWT (dead weight tonnage). Harga setiap kapal diperkirakan mencapai Rp 15-20 miliar. Jika pembangunan konektivitas itu berhasil, pertumbuhan ekonomi lebih merata dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Industri perkapalan juga ditargetkan ikut tumbuh.
Hatta melanjutkan pemerintah juga sedang menyiapkan program tahun ini. Pada 2012, telah dicanangkan sebagai tahun percepatan pembangunan infrastruktur yang melibatkan pemerintah, perusahaan pelat merah, swasta, dan investor. "Dalam APBNanggaran infrastruktur jumlahnya Rp 36,7 triliun, harus berjalan," katanya.

Sepanjang 2012-2014, pemerintah telah mematok anggaran untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 360 triliun. Dana itu sebagian berasal dari anggaran badan usaha milik negara dan sebagian lagi bersumber dari saldo anggaran lebih yang telah diajukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Hingga dua tahun mendatang, pemerintah menargetkan sejumlah proyek harus kelar, di antaranya pembangunan rel kereta api ganda, Pelabuhan Kalibaru, kereta api bandara (circle line), pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, dan jalan tol.
Dalam rencana kerja pemerintah, proyek yang sudah ditargetkan akan dipercepat, di antaranya pembangunan waduk dan embung, penyelesaian bendungan-bendungan, pembangunan prasarana pengendali banjir, penanganan bencana pasca-Merapi, dan Wasior.Pemerintah juga menargetkan perbaikan jalan nasional sepanjang 36.823 kilometer di seluruh Indonesia, peningkatan kapasitas jalan di Lintas Timur Sumatera, Lintas Selatan Kalimantan, Lintas Utara Jawa, Lintas Barat Sulawesi, dan Lintas Strategis Papua. Selain itu, pembangunan jalan strategis sepanjang 175 kilometer, terutama di wilayah perbatasan dan lintas selatan Jawa. "Ada juga pembangunan jalan tol oleh pemerintah dan swasta sepanjang 168 kilometer di Sumatera dan trans-Jawa. Pembangunan jalur ganda kereta api Pantura ini juga harus selesai 2014," ujar Hatta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah masih mengantongi dana Rp 40 triliun dari saldo anggaran lebih. "Presiden (SBY) sudah mengarahkan dana itu untuk berjaga-jaga bila ada risiko fiskal. Sisanya baru untuk infrastruktur," katanya, Senin lalu.

Pengusaha Yakin Penjualan Otomotif Tumbuh 10 Persen


JAKARTA – Sejumlah pengusaha otomotif yakin penjualan mobil nasional akan tumbuh minimal 5-10 persen tahun ini atau mencapai sekitar 968 ribu unit. “Gaikindo masih melakukan analisis, tapi perkiraan pribadi saya minimal di angka itu,” ujar Rizwan Alamsjah, Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kemarin.
Dua faktor positif yang bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan industri otomotif di Indonesia adalah kenaikan peringkat utang Indonesia versi Fitch menjadi BBB- dan pertumbuhan ekonomi yang bagus. “Indonesia semakin menjadi layaknya perempuan cantik yang mengundang investor asing menanamkan modalnya di Indonesia,” katanya.
Pertumbuhan ini merupakan cermin dari geliat perekonomian yang tinggi. “Industri-industri komoditas akan berkembang sehingga membutuhkan armada transportasi. Masyarakat daya belinya akan naik sehingga mereka cenderung membeli mobil,” kata Rizwan.Sepanjang tahun lalu Gaikindo mencatat penjualan mobil di Indonesia sebesar 880 ribu unit, atau meningkat 15 persen dari angka penjualan tahun sebelumnya. “Kalau tidak ada banjir di Thailand dan gempa bumi di Jepang, kami yakin bisa mencetak angka yang lebih besar di tahun 2011,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Gaikindo lainnya, Jongkie D. Sugiarto, yang memproyeksikan penjualan kendaraan tahun ini bakal tumbuh 10 persen. “Pendapatan masyarakat saat ini sedang tinggi-tingginya,” kata Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia ini.
Bila pertumbuhan ekonomi Indonesia terus positif, ditambah pendapatan masyarakat terus naik, angka penjualan kendaraan bermotor juga bisa melebihi angka penjualan yang diperkirakan oleh Gaikindo. Terlebih bila suku bunga acuan atau BI Rate tetap sekitar 6 persen dan kurs rupiah juga tidak fluktuatif. “Penjualan akan semakin bagus,” ujarnya. Walau demikian, Jongkie tetap menyarankan agar pengusaha otomotif tetap mengawasi krisis yang tengah terjadi di Eropa. “Saat ini memang belum ada dampak yang signifikan,” ucapnya. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan akan memperlambat laju penjualan kendaraan bermotor. 

Rizwan juga berpandangan serupa. Krisis Eropa diperkirakan bakal menimbulkan dampak berupa penurunan permintaan ekspor dan menyulitkan industri yang berfokus pada komoditas sehingga sulit berekspansi. “Kalau demikian, permintaan armada transportasi darat akan menurun pula.”
Terkait dengan rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM bersubsidi, Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk, Gunadi Sindhuwinata, menilai penjualan kendaraan mobil tidak akan terlalu terganggu. “Penjualan kendaraan didominasi oleh sepeda motor, yang tidak dibatasi penggunaan BBM bersubsidinya. Tetapi tetap harus diwaspadai,” katanya 

Misubishi Lirik Investasi Gas Alam


JAKARTA -- Mitsubishi Corp. berencana menanamkan investasinya di sektor energi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono mengatakan perusahaan asal Jepang itu akan berinvestasi dalam pengolahan batu bara menjadi gas alam di Sumatera Selatan. "Dalam waktu dekat, saya akan bertemu dengan pihak Mitsubishi," katanya kemarin.
Potensi batu bara di Indonesia cukup besar, namun belum bisa dioptimalkan. Menurut Widjajono, sebanyak 80 persen batu bara ditujukan untuk pasar ekspor dan hanya 20 persen bagi pasar domestik. Batu bara dapat diolah menjadi gas dengan metode underground coal gasification. Harga gas hasil pengolahan batu bara akan lebih murah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk sumber daya listrik. Mitsubishi sudah menawarkan harga penjualan untuk gas alam hasil produksinya, yaitu US$ 10 sen kilowatt per jam (kWh). Harga ini lebih murah dibanding penggunaan BBM yang mencapai US$ 36 sen per kWh. "Padahal batu bara, jika digunakan untuk listrik, base load-nya lebih bagus, namun harganya kurang bagus, jadi orang tak mau jual," ujarnya.

Rencananya kilang pengolahan pengganti gas alam ditargetkan mulai beroperasi pada 2017. Sedangkan pembangunan akan dimulai tahun depan. Meski dibangun di Sumatera Selatan, gas akan dialirkan ke Jawa melalui pipa. "Sumatera Selatan lumbung energi nasional. Listriknya Rp 700 per kWh. Bayangkan jika berubah menggunakan gas dan batu bara," kata Widjajono.
Selain Jepang, menurut Widjajono, Thailand tertarik bekerja sama membangun listrik tenaga surya. Harga yang ditawarkan hanya US$ 20 sen per kwh. Ke depannya, Indonesia akan menjalin kerja sama dengan negara-negara yang sudah menerapkan penggunaan energi terbarukan. Alasannya, mencari harga yang lebih murah dari bahan bakar minyak. "Di Jepang, listrik dengan tenaga arus laut hanya menghabiskan biaya US$ 15 sen per kWh," ujarnya.
Pada 2025, pemerintah menargetkan penggunaan energi terbarukan mencapai 25 persen untuk menggantikan konsumsi BBM yang terus melonjak. "Kalau berhasil, impor BBM pasti akan berkurang. Sekarang impor BBM dan crude 600 ribu barel per hari," katanya.| ROSALINA


sumber : koran tempo

Orang Rendah Hati Terbukti Gemar Menolong


Beberapa jenis kepribadian lebih menguntungkan dibanding yang lain. Orang rendah hati, salah satunya, cenderung gemar menolong ketimbang orang angkuh.
Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan dari Departemen Psikologi, University of Maine, memberikan konfirmasi tentang hal ini. Mereka menyebut orang rendah hati cenderung lebih baik menilai dirinya sendiri ketimbang orang angkuh.
"Orang rendah hati kerap memiliki pandangan yang akurat mengenai diri mereka sendiri, memahami kekuatan dan kelemahan diri, dan nyaman dengan kondisi itu," ujar Jordan LaBouff dari University of Maine, kepala penelitian tersebut, kemarin.
LaBouff merancang sebuah eksperimen untuk menguji hal itu. Sebanyak 117 peserta diminta menyelesaikan kuesioner mengenai kecenderungan kepribadian mereka.
Terdapat lima jenis kepribadian yang diukur, yaitu keterbukaan akan hal baru, kehati-hatian, kegembiraan, keterbukaan akan hal baru, kehati-hatian, kegembiraan, kepedulian, dan neuroticism. Melalui eksperimen lain, peneliti mengukur tingkat kesederhanaan dan kerendah-hatian peserta. Hasilnya, orang yang rendah hati cenderung gemar menolong.

Penelitian ini dipublikasikan melalui Journal of Positive Psychology dan memperkuat studi sebelumnya mengenai manfaat bersikap sederhana.
Sebagai contoh, penelitian yang dipublikasikan melalui Academy of Management Journal menemukan orang rendah hati merupakan pemimpin yang baik dan efektif ketimbang orang dengan berbagai predikat yang melekat di badannya. "Jika manusia bisa meningkatkan kesederhanaan dan kerendahhatian, pro-sosial bisa meningkat juga," ujar LaBouff.| LIVESCIENCE | ANTON WILLIAM



sumber : koran tempo