Thursday, October 11, 2012

JUS CERI TINGKATKAN KUALITAS TIDUR


Lupakan susu panas atau teh camomile jika Anda tak bisa tidur di malam hari, kini cobalah segelas jus ceri.
Ilmuwan mengklaim konsumsi jus buah bervitamin c ini ternyata dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur dengan baik, meskipun mempunyai rasa yang asam.
Dalam percobaan yang dilakukan ilmuwan dari Centre for Sleep Research, School of Life Sciences partisipan yang minum jus ceri tidak hanya tidur lebih lama, tetapi juga memiliki kualitas tidur yang baik.


Ini terlihat ketika sekelompok sukarelawan tersebut diberi porsi 30ml jus ceri tart atau jus plasebo dua kali sehari selama tujuh hari dan dilengkapi dengan sensor untuk memonitor pola tidur mereka.


Para peserta yang mengkonsumsi jus ceri terlihat mengalami peningkatan sekitar 25 menit di waktu tidur total dan peningkatan 6 persen dalam kualitas tidur mereka.


"Temuan ini dapat bermanfaat bagi mereka yang sulit tidur karena pekerjaan, insomnia, atau jet lag. Ini karena jus ceri mengandung melatonin yang cukup untuk merespon tidur yang sehat" jelas salah satu peneliti Dr Jason Ellis.(fen)


sumber:sehatnews.com

RISIKO TERKENA KANKER DARI CT-SCAN


 Pemeriksaan dengan CT-Scan banyak digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit yang tersembunyi dalam tubuh. Tapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa radiasi sinar X yang berlebihan dari alat ini bisa memicu timbulnya kanker.

Hal ini berdasarkan temuan dalam laporan Archives of Internal Medicine yang dilakukan oleh Dr Rita F. Redberg. Peneliti menghimbau para dokter untuk membatasi paparan sinar radiasi pada pasien yang melakukan CT-Scan.

"CT-Scan telah menjadi alat canggih yang umum digunakan. Saat ini kami telah menurunkan nilai ambang batas yang berarti alat ini harus benar-benar digunakan pada pasien yang membutuhkannya," ujar Dr Rebecca Smith-Bindman, seorang profesor di Departemen Radiologi University of California, San Francisco, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (15/12/2009).

Sebaiknya dokter berhati-hati dalam menilai manfaat dari setiap CT-Scan yang dilakukan dan menginformasikan pada pasien mengenai risiko dari radiasi tersebut. CT-Scan (computed tomography scan) merupakan gabungan antara komputer dan teknologi sinar X untuk menghasilkan gambar penampang tubuh secara detail sehingga bisa membantu dokter mendiagnosa dan mengobati penyakit.

Namun data baru menunjukkan penggunan alat ini secara berlebihan memungkinkan timbulnya lebih banyak kerugian daripada manfaatnya. Jenis dari CT-Scan ini sendiri bermacam-macam tergantung dari bagian tubuh mana yang akan diperiksa dan dosis sinar X nya pun berbeda-beda. Misalnya dosis radiasi sinar X untuk bagian perut-panggul berkisar antara 6-90 millisieverts dan rata-rata penggunaannya sebesar 31 millisieverts.

Jumlah CT-Scan yang mengarah pada kasus kanker tergantung dari jenis scan, usia pasien dan jenis kelaminnya. Sebagai contoh 1 dari 270 perempuan dan 1 dari 600 laki-laki yang menjalani coronary angiography (untuk melihat penyumbatan jantung) pada usia 40 tahun bisa berisiko terkena kanker.

Risiko ini akan dua kali lebih besar jika dilakukan pada usia 20 tahun dan risikonya 50 persen lebih rendah jika pada usia 60 tahun. Diperkirakan sekitar dua per tiga dari kasus kanker yang ada terjadi pada perempuan, karena kecenderungan penggunaan alat ini lebih besar pada perempuan yaitu sekitar 60 persen.

Untuk memastikan penggunaan yang aman, peneliti merekomendasikan sebaiknya fokus pelaksanaannya pada dosis radiasi yang dikurangi, menghilangkan hal yang tak perlu dilakukan serta membuat catatan medis agar diketahui sudah berapa banyak pasien tersebut terpapar radiasi sinar X.

Sumber:DetikHealth

RAGAM MANFAAT VITAMIN UNTUK KESEHATAN & KECANTIKAN


Vitamin tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, namun juga bermanfaat untuk kulit. Dengan mengonsumsinya setiap hari, manfaat yang didapat pun bervariasi Make-up hanya dapat menutupi kekurangan kulit. Namun dengan asupan vitamin yang tepat dapat memberikan keindahan kulit dari dalam tubuh.Berikut vitamin yang penting untuk tubuh dan kulit.

Vitamin A
Vitamin A sangat penting untuk kekuatan tulang, gigi, kesehatan mata, rambut dan kehalusan kulit.Dapatkan esensinya dari susu, telur, wortel, hati dan buah-buahan.

Vitamin B

Vitamin B menjaga kulit tetap awet muda. Ia juga membantu dalam pertumbuhan rambut, membuat pandangan mata lebih terang dan kulit menjadi lebih cerah. Konsumsilah kecambah, susu, sayuran hijau, ragi, telur, ikan, daging dan gandum.

Vitamin C
Ia dapat membantu melawan pigmentasi kulit serta membuat wajah terbebas dari kekeringan. Dengan asupan vitamin C yang tepat membuat kulit terjaga kelembabannya. Vitamin C juga membantu untuk mengurangi gusi berdarah. Jeruk, tomat, jambu biji, nanas, semangka, sayuran berdaun hijau dan kentang merupakan makanan-makanan yang kaya akan vitamin C.

Vitamin D
Kandungan vitamin D baik untuk menyokong kepadatan tulang dan kulit. Ia juga mencegah kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Makanan yang mengandung vitamin D adalah salmon, jamur, minyak ikan, susu, kuning telur dan keju.
(kik/fer)

Sumber:Wolipop

4 TIPE YANG TAK BOLEH SEMBARANGAN CABUT GIGI


Saat sakit gigi terkadang orang baru ingin mencabut giginya agar terbebas dari rasa cenut-cenut. Tapi sebaiknya tidak sembarangan mencabut gigi, karena bisa jadi setelah cabut gigi timbul masalah baru terutama untuk 4 kelompok ini.

Gigi merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh seseorang hingga akhir hayatnya. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mencabut gigi.

"Jika giginya masih infeksi, maka gigi tidak boleh dicabut. Karenanya dokter akan memberikan perawatan terlebih dahulu untuk mengobati infeksinya, setelah infeksi hilang baru gigi bisa dicabut," ujar drg Arma Sastra Bahar PhD saat dihubungi detikHealth,Selasa (5/1/2010).

Mengapa harus menunggu infeksi sembuh baru gigi boleh dicabut?

Karena jika masih infeksi, gigi sudah dicabut akan merusak pembuluh darahnya yang berakibat kuman di gigi tersebut bisa menyebar ke organ-organ lain di tubuh seperti paru-paru, mata, hati atau organ lain yang justru dapat menimbulkan masalah baru. Inilah sebabnya kenapa kuman yang ada di gigi dan mulut bisa merusak organ lain.

drg Arma menuturkan selain kondisi gigi yang masih infeksi, beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga membutuhkan perhatian khusus sebelum dicabut, yaitu:

1. Penderita diabetes.
Umumnya orang yang memiliki diabetes akan sulit sembuh jika terjadi luka, sementara semua orang tahu bahwa mencabut gigi akan menimbulkan luka bolong yang besar. Karena itu sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.

2. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
Saat tekanan darah sedang tinggi, maka tekanan yang dihasilkan di pembuluh darah juga besar. Jika dilakukan cabut gigi, maka bisa menyebabkan pendarahan atau darah susah sekali dihentikan.

3. Ibu hamil.
Sebaiknya hindari mencabut gigi terutama saat usia kehamilan trimester pertama dan ketiga. Karena diduga obat bius (anestesi) yang diberikan sebelum mencabut gigi kemungkinan dapat menimbulkan kontraksi yang bisa berakibat pada keguguran.

4. Penderita sakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.
 Orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mencabut gigi.

Prinsip yang harus dipegang oleh seorang dokter sebelum mencabut gigi adalah gigi tersebut memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Jika infeksi masih bisa diobati atau akar masih memegang gigi dengan kuat, maka gigi yang sakit tersebut tak perlu dicabut.

"Karena gigi merupakan aset seumur hidup. Mencabut satu gigi berarti menimbulkan satu kecacatan pada diri orang tersebut sama seperti kehilangan satu jari," ujar dokter yang berpraktik di RS Proklamasi, Jakarta.

Jika satu gigi saja dicabut, maka akan menimbulkan ruang diantara gigi disekitarnya. Ini memungkinkan gigi lain bergerak ke tempat yang kosong tersebut dan akibatnya gigi menjadi renggang. Jika ada jarak antar gigi maka bisa menyebabkan sisa-sisa makanan masuk rongga tersebut dan menjadi tempat pertumbuhan kuman yang dapat mengakibatkan infeksi.

Hal terpenting yang harus diperhatikan sebelum mencabut gigi adalah ketahui kondisi tubuh dari pasien tersebut serta riwayat penyakit yang sedang atau pernah dideritanya.


Sumber:DetikHealth

TAK PUNYA TELINGA, DOKTER TUMBUHKAN DAUN KUPING DI LENGAN PASIEN


Sejak tahun 2010 telinga kiri Sherrie Walter harus diambil akibat kanker kulit. Tapi kini ia telah memiliki telinga baru yang dibuat dilengan dengan menggunakan tulang rawan dari rusuknya.

Awalnya Sherrie didiagnosis dengan basal cell carcinoma dan telah menyebar ke jaringan di sekitarnya sehingga telinga kirinya harus diangkat bersama dengan beberapa bagian tengkorak dan saluran telinga.

Sekitar 4 tahun yang lalu Sherrie tidak berpikir bahwa koreng atau luka di telinganya adalah kanker. Ia sempat diresepkan dengan antibiotik tapi tak kunjung sembuh hingga akhirnya 8 bulan kemudian ia menemui dokter kulit.

Dokter tersebut memeriksanya kurang dari 5 menit dan langsung mengatakan bahwa itu adalah kanker. Sherrie pun melakukan pengobatan agresif untuk menghapus 7 lapisan kulit dan saat itu telinganya masih utuh.

Namun pada Oktober 2010 Sherrie menemukan darah di dalam telinganya dan dokter mengatakan bahwa kanker tersebut telah menyebar ke saluran telinga kirinya. Dokter pun melakukan operasi selama 16 jam untuk menghapus saluran telinga, gendang telinga dan sebagian telinga kirinya serta beberapa kelenjar dan jaringan di sekitarnya.

Hingga akhirnya ia ditawari kesempatan untuk menerima prosedur inovatif yang sama sekali baru, yaitu mengambil tulang rawan dari tulang rusuknya kemudian akan ditempatkan di bawah kulit lengan selama berbulan-bulan untuk tumbuh.

"Saya merasa seperti percobaan dalam menjalani prosedur ini," ujar Sherrie (42 tahun) yang menjalani prosedur di Johns Hopkins Hospital, Maryland seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (28/9/2012).

Tim ini dipimpin oleh Dr Patrick Byrne, seorang profesor bedah THT-kepala dan leher di Johns Hopkins University School of Medicine. Diketahui butuh waktu sekitar 4 bulan bagi organ baru ini untuk ditumbuhkan di bawah kulit lengan kirinya sebelum dipindahkan ke sisi kiri kepala pada bulan Maret 2012.

"Kami tanamkan telinga di dekat pergelangan tangan dan hanya membiarkannya disana sampai semua kulit bisa tumbuh menjadi telinga," ujar Dr Byrne.

Hingga akhirnya pada bulan Maret 2012 telinga baru ini ditempelkan ke sisi kiri kepalanya dan dokter mulai bekerja secara kosmetik sehingga nanti bentuk telinganya menyerupai telinga sebelah kanan.

"Menurut pendapat saya kini hanya masalah mengurangi pembengkakan dan menyembuhkan, setelah ia sembuh saya yakin dia akan memiliki telinga yang terlihat normal," ujar Dr Byrne.

Meski begitu, walaupun pemulihannya belum berakhir, tapi Sherrie menganggap dirinya beruntung dan berharap orang lain belajar dari kisahnya yaitu gunakan selalu tabir surya dan segera lakukan pemeriksaan agar tidak terlambat.




sumber: health.detik.com